Posted by: arifmulianasution | October 23, 2010

Marga Harahap Dari Pargarutan Gunung Manaon

Tarombo Marga Harahap Dari Gunung Manaon ini disusun untuk mengenang Natoras Parlagutan:

Ir. Haji Hasan Basyarudin Nasution, gelar Sutan Borotan Pandapotan

dengan

Hajjah Dorom Harahap, gelar Namora Oloan

yang berdiam

di jalan Belitung No.15, Baranangsiang, Bogor

Jawa Barat.

Catatan Penyusun.

Hubungan kerabatan antara marga Harahap dari Batuna Dua Jae, marga Siregar dari Sialagundi, marga Harahap dari Pargarutan Gunung Manaon, dan dan Nasution dari Muara Botung, berawal dari Siti Ayat Harahap, gelar Ompu Raodana, adik kandung Dr Hamzah Harahap dari Batuna Dua Jae yang menikah dengan Haji Abdul Majid Siregar, gelar Syekh Abdul Majid, untuk menjadi ina (ibu) anak-anak marga Siregar yang berdiam di Sialagundi.

Dari Sialagundi mereka lalu pindah ke Sitamiang di Padang Sidempuan, dan menetap disana. Putri sulung Syekh Abdul Majid dengan Ompu Raodana ini adalah Maimunah Siregar, gelar Ompu ni Rusmini, dan beliau lahir di Sialagundi pada tahun 1900.

Dari Sialagundi Maimunah Siregar (1900-1977), gelar Ompu ni Rusmini, lalu menikah dengan Bilalung Harahap (1884-1936), gelar Sutan Mulia, untuk menjadi ina anak-anak marga Harahap yang berasal dari Pargarutan Gunung Manaon.

Setelah Ompung Sutan Mulia pensiun dari School Opziener (Penilik Sekolah) Onderwijs van Angkola en Sipirok, masih pada zaman penjajahan Hindia Belanda, ia lalu pulang ke Angkola dari tempatnya bertugas di Kotanopan dan menetap di kota Padang Sidempuan dan berdiam di jalan Lubuk Raya no.2 Tanah Lapang. Oleh cucu-cucunya Ompung Maimunah, beliau juga dinamakan Ompung Sidimpuan.

Adapun putri sulung Sutan Mulia bersama Ompu ni Rusmini dari Pargarutan Gunung Manaon, ialah Dorom Harahap lahir pada tanggal 19 September 1920 di Patisah Ilir, Medan.

Dari Padang Sidempuan Dorom Harahap (1920-2001), gelar Namora Oloan, juga Ompu ni Titik, lalu menikah dengan H. Ir. Hasan Basyarudin Nasution (1915-1983), gelar Sutan Borotan Pandapotan, untuk menjadi ina anak-anak marga Nasution bermukim di Muara Botung, Madina. Dalam lingkungan masyarakat kehutanan Bogor, Dorom Harahap lebih dikenal dengan panggilan: “Ibu Hasan”, sedangkan di rumah beliau disapa anak-anaknya dengan kata “Umak”, semenara oleh cucu-cucunya beliau dipanggil “Ompung Bogor”. Setelah Ompung Sutan Borotan pensiun dari kehutanan, beliau memutuskan untuk menetap di Bogor dan bermukim di jalan Belitung no.15, Baranangsiang.

Tarombo Marga Harahap

Keturunan Ja Itonga

dari

Pargarutan, Gunung Manaon

======================

Pendahuluan

Tarombo, atau silsilah keluarga, dalam masyarakat Batak di Tapanuli Selatan berawal dari budaya lisan menyampaikan pesan keluarga sesuatu marga kepada keturunannya, atau generasi penerus. Dengan semakin besarnya keluarga, baik yang berdiam di bonabulu, maupun yang mencari nafkah di tanah perantauan, budaya lisan lalu beralih menjadi budaya tulis.

Memasuki budaya tulis, tarombo awalnya disuratkan pada kulit  kayu, bilah bambu a-tau lainnya dalam aksara Batak. Namun dengan kedatangan agama Islam ke nusantara di abad ke-13, dan masuknya ke Tanah Batak dalam Perang Paderi (1825-1838) yang me-ngajarkan tulisan Arab, aksara ini pun lalu digunakan untuk menuliskan tarombo. Dengan diperkenalkannya huruf Latin oleh pemerintah kolonial Hindia Belanda  memasuki abad ke-20, tarombo pun beralih disuratkan dengan aksara Latin ejaan bahasa Melayu.

Masyarakat Batak di Bonabulu menganut garis keturunan kebapaan atau patrilenial. Suhut (Batak), keluarga batih (Indonesia), nuclear family (Inggris), ialah masyarakat ter-kecil bernama keluarga yang dipimpin Suhutsihabolonan. Yang disebut terakhir selain menjadi Kepala Keluarga juga sekaligus Kepala Adat, dan memiliki hak menurunkan nama keluarga, atau marga, kepada anak-anaknya. Cara sebaliknya berlaku di Sumatera Barat, dimana ibulah si pemilik hak, meski dilaksanakan oleh saudara laki-lakinya sejalan Adat Minang.

Menurut keturunan garis kebapaan, terdapat dua cara menyusun tarombo sesuatu marga untuk disebarkan diantara mereka, dan yang disampaikan kepada generasi penerus, yaitu: pohon keluarga (Indonesia), family tree (Inggris), stamboom (Belanda); dan perjalanan generasi.

Pada cara pohon keluarga tarombo disusun dari atas kebawah, diawali dari nama leluhur pemersatu sesuatu marga yang diketahui, dilanjutkan keturunannya dari garis laki-laki, disuratkan di atas kertas lebar, melahirkaan bangun segitiga/piramida yang duduk pada alasnya. Ada pula yang menuliskannya memancar, juga di atas kertas lebar tetapi dalam lingkaran-lingkaran sepusat dengan leluhur pemersatu berada di tengah. Cara inipun masih tergolong pohon keluarga.

Pada cara perjalanan generasi, tarombo juga disusun dari atas kebawah, juga diawali dari leluhur pemersatu sesuatu marga yang diketahui, namun disuratkan di atas berlembar-lembar kertas kuarto, atau folio, sebagaimana tarombo marga Harahap dri Pargarutan Gunung Manaon keturunan Ja Itonga ini.

Pada cara ini setiap generasi akan terpisah dengan jelas satu dari lainnya, sehingga orang-orang bernama sama beasal dari kebiasaan orang-orang Batak mengambil nama-nama: Ompung (Kakek), Amangtua (Uak), dan lainnya, tidak akan menimbulkan kekeliruan dengan orang-orang bernama sama dari generasi sebelum atau sesudahnya.

Selain dari itu, pada cara perjalanan generasi akan tersedia ruang luas untuk menempatkan: tanggal, bulan, dan tahun lahir; alamat kediaman dan lainnya; pendidikan dijalani, pengalaman hidup; dan lain sebagainya yang akan bermanfaat bagi penerus.

Kahanggi Marga Harahap keturunan Ompu Tunggal Huayan dari Pargarutan Gunung Manaon ini tidak diragukan lagi bertambah jumlahnya. Berdamping dengannya berkem-bang pula anakboru dan moranya. Dahulu ketiga kelompok keluarga ini masih berdiam di bonabulu, namun kini sebagian dari mereka telah berada di tanah perantauan.

Dapatkah kekerabatan Dalihan Na Tolu yang diperkenalkan leluhur dahulu ketika se-muanya masih berada di bonapasogit dilanjutkan? Dalam zaman kemajuan ilmu pengeta-huan dan teknologi ini tentu saja dapat, asalkan ada Lembaga Hatobangon marga Hara-hap dari Pargarutan Gunung Manaon keturunan Ompu Tunggal Huayan yang bersedia menjadi pemikir (think tank) dan membuat rencana, lalu melaksanakan pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berharga ini. Mudah-mudahan saja ada!

g3-peta-tapanuli

BAGIAN I

TAROMBO MARGA HARAHAP

DARI TAPANULI

——————————–

  Generasi Pertama

 Ompu Raja Guru Sodungdangon di Nagasaribu

Generasi Kedua

                                                       1. Datu Dalu dengan istri boru Pasaribu

                                                      2. Sahang Maima dengan istri boru Lubis

Generasi Ketiga

          Keturunan Datu Dalu dari boru Pasaribu:

                                                   1. Datu Tala Harahap

                                                  2. Siaji Malim Harahap di Sibatang Kayu

                                                   3. Sarumbosi pergi ke Muara, istrinya boru Pasaribu

Generasi Keempat

            Keturunan Siaji Malim di Sibatang Kayu:

                                                            1.Datu Dalu Ni Bagana di Naga Marsuncang

                                                            2. Tuan Datu Singar

Generasi Kelima

            Keturunan Datu Dalu Ni Bagana di Naga Marsuncang:

                                                     1. Ompu Sodogoron

Generasi Keenam

             Keturunan Ompu Sodogoron:

                            1. Raja Imbang Desa di Pijorkoling, selatan Padang Sidempuan.

                            2. Tunggal Huayan di Pargarutan, timur Padang Sidempuan.

                            3. Ompu Sarudak di Huta Imbaru, barat Padang Sidempuan.        

                            4. Bangun Di Batari di Losung Batu, barat Padang Sidempuan.

                            5. Bangun Di Babuat di Hanopan Angkola

                            6. Hasuhutan Maujalo di Sidangkal Angkola.

BAGIAN II

TAROMBO MARGA HARAHAP

DARI PARGARUTAN GUNUNG MANAON

————————————————

GENERASI PERTAMA

       Ompu Tunggal Huayan

GENERASI KEDUA

      Ompoe Tunggal Huayan dengan istri boru….dari…..Keturunannya:

         1. Mangaraja Ompun Jurung

         2. Tandang Mulia.

Catatan: Keturunan Mangaraja Ompun Jurung menyebar ke: Pargarutan Tonga, Par-garutan Jae, Sosopan, Panggulangan, dan Batuna Dua.

               Keturunan Tandang Mulia menyebar ke: Sirnabi, Gunung Manaon, Tor Go-dang, dan Janji Raja.

GENERASI KETIGA

     Tandang Mulia dengan istri boru….dari…..Keturunannya:

        1.Patuan Diatas.

GENERASI KEEMPAT

     Patoean Diatas dengan istri boru….dari…..Keturunannya:

        1. Baginda Namora

  2. Sutan Harahap

GENERASI KELIMA

       Sutan Harahap dengan istri boru….dari…..Keturunannya:

                   1. Ja Pintor

                   2. Ja Gunung

                    3. Namora Soritaon

GENERASI KEENAM

       Namora Soritaon dengan istri boru…..dari…..Keturunannya:

             1. Naguboan

                   2. Nalumbang

                   3. Bangunan

                   4. Ja Paningkan

                   5. Ja Panjalinan.

GENERASI KETUJUH

       Nalumbang dengan istri boru…..dari……Keturunannya:

                   1. Ja Itonga

                   2. Baginda Barani

                   3. Ja Somimbar

                   4. Sutan Manyungkar

GENERASI KEDELAPAN

      Dja Itonga dengan istri boru….. dari…..Keturunannya:

                   1. Sutan Harahap

                   2. Sutan Habiaran.

GENERASI KESEMBILAN

     1. Soetan Harahap dengan istri boru….dari     Keturunannya:

                   1. Baginda Soritaon

                   2. Mangaraja Khatib

     2. Sutan Habiaran dengan istri boru Siregar dari Balakka, Keturunannya:

                   1. Mangaraja Enda Mora

                   2. Mangaraja Lembang

                   3. Ja Itonga

GENERASI KESEPULUH

1.1 Baginda Soritaon dengan istri boru …dari……Keturunannya:

                   1. Ja Diompu (Musa Harahap)

                   2. Bilalung, lahir…..1884, di Pargarutan Goenoeng Manaon.

                   3. Ja Harahap

 

1.2.Mangaradja Chatib dengan istri boru Siregar dari  Pargarutan Pasar. Keturunannya:

            1. Patuan Diatas Habiaran

            2. Sutan Kumala

                  3. Pamusuk

                  4. Ma’as

 

2.1.Mangaraja Enda Mora dengan istri boru Siregar dari Balakka Keturunannya:

                   1. Ja Habiaran

 

2.2.Mangaraja Lembang dengan istri boru Siregar dari  Sipirok Keturunannya:

                 1. Sutan Harahap

2. Ja Duni

3. Ja Maradjo

 

2.3.Ja Itonga dengan istri boru Siregar dari Pargarutan Sampean.Keturunannya

                   1. Kosat

                   2. Tigor

                   3. Ali Soman

                   4. Rapotan

                   5. Ali Hasan

GENERASI KESEBELAS

1.1. Cucu-cucu Baginda Soritaon

1.1.1. Ja Diompu (Musa Harahap) dengan istri boru Siregar dari……Keturunannya:

          a. Dari istri pertama keturunannya

                                  1. Mara Laut, lahir….  di…….

                                  2. Tandang Mulia, lahir….  di…….

          b. Dari istri kedua keturunannya:

                                3. Kotib, lahir….  di…….

                               4. Tongam, lahir….  di…….

                               5. Zubaidah, lahir….  di…….

                               6. Nurmalasari, lahir….  di Pematang Siantar.    (e-Mail 2012/07/30 Ikhwansyah).

  1.1.2. Bilalung Harahap, gelar Sutan Mulia (1884-1936), dengan istri Hajjah Maimunah  (1900-1977), gelar Ompu ni

Rusmini, boru Regar dari Sialagundi. Beliau berasal  dari Pargarutan Gunung Manaon, dan berdiam di jalan

Lubuk Raya no.2 Tanah  Lapang, Padang Sidempuan.  Pendidikan: Sekolah Guru di Padang Sidempuan

saat pertama dibuka oleh pemerintah Hindia Belanda di kota itu. Sekolah  guru di Padang Sidempuan ini

didirikan guna menggantikan sekolah yang  sama pernah didirikan Belanda di Tano Bato Mandailing kemudian

oleh Belanda ditutup.  Pekerjaan: guru Inlandse School di: Medan, Pematang Siantar, Lahat (Tanah Pasemah),

Bengkalis;  terakhir menjadi School Opziener (Penilik Sekolah) BIHIN Onderwijs van Angkola en Sipirok.

Keturunannya:

                     1.  Dorom (pr), lahir 19 September 1920 di Patisah Ilir, Medan.

               2. Soritaon, lahir 10 September 1922 di Kandang Besar, Pematang Siantar.

               3. Naogun (pr), lahir 9 Nopember 1924 di Timbanggalung, Pematang Siantar

               4. Maspero, lahir 20 Februari 1927 di Parit Bangkung, Bengkalis.

               5. Khalijah (Khadijah, pr), lahir 23 Mei 1930 di Jambur Tarutung, Kotanopan.

                   6. Gulbahar, lahir 11/12 Maret 1933 di Jabingkarang, Jambur Tarutung, Kotano-pan.

                  7. Gulbahri, lahir 28 Agustus 1934 di Tanah Lapang, Padang Sidempuan.

1.1.3. Ja Harahap, gelar…, dengan istri….., boru…..dari……Keturunannya

               1. Syarif, lahir….  di…….

               2. Bukhari, lahir….  di…….

 

1.2. Cucu-cucuMangaraja Khatib

1.2.1.……Harahap, gelar Patuan Diatas Habiaran, dengan istri boru Siregar dari Baringin.  Keturunannya

               1. Intan Pilihan (pr), lahir……di………

               2. Natal, lahir……di………

               3. Johor, lahir……di………

               4. Gahara (pr), lahir……di………

               5. Enda Jolo, lahir……di………

               6. Bargot (Sutan), lahir……di………

               7. Tuku Indra, lahir……di………

               8. Ratna (pr), lahir……di………

 

 1.2.2. Muhammad Arif Harahap, gelar Sutan Kumala, dengan istri boru Siregar dari  Padang-padang      Keturunannya:

             1. Rosman, lahir……1922 di Pargarutan.

             2. Dermawan (pr.), lahir……di………

             3. Johari (pr), lahir……di………

             4. Bidasari (pr), lahir……di……….

 

1.2.3. Pamusuk Harahap, gelar Sutan Pamusuk, dengan istri boru Siregar dari Sipirok. Keturunannya:

             1. Amir Samsi, lahir……di………

             2. Rustam, lahir…….di……..

             3. Hafni (pr.), lahir……di………

             4. Asnan, lahir……di………

             5. Osmena, lahir……di………

             6. Syaifuddin, lahir……di………

             7. Mohammad Darwin (Uncok), lahir……di………

             8. Armijn (Armen), lahir……di………        

             9. Dana (Ramadana, pr.), lahir……di………

           10. Rizah (pr), lahir……di………

           11. Lukman Hakim, lahir……di………

 

 1.2.4. Ma’as Harahap, dengan istri boru…..dari…… Keturunannya:

            1. Nurlela (pr) di Pematang Siantar.

            2. Nurlena (pr) di Pematang Siantar.

            3. Rostina (pr) di Pematang Siantar.

            4. Batara, lahir……di Pematang Siantar.

            5. Basyaruddin, lahir……di…..Pematang Siantar.

 

   2.1. Cucu-cucuMangaraja Enda Mora

   2.1.1. Ja Habiaran Harahap dengan istri boru Siregar dari Sipirok. Keturunannya:

              1. Mara Kamin, lahir……di………

              2. A. Munir, lahir……di………

              3. Turman, lahir……di………

              4. Rusli, lahir……di………

              5. Ghandi, lahir……di………

              6. Awal, lahir……di………

 

  2.2. Cucu-cucuMangaraja Lembang

  2.2.1. Rahmat Harahap, gelar Sutan Harahap Naposo, dengan istri boru Siregar dari Si- pirok. Keturunannya:

              1. Muhammad Effendi, lahir……di………

              2. Amir Hamzah, lahir……di………

              3. Syarifuddin, lahir……di………

              4. Harun, lahir……di………

              5. Amran, lahir……di………

              6. Zein, lahir……di………

              7. Ramli, lahir……di………

 

  2.2.2. Ja Duni Harahap dengan istri boru Siregar dari Balakka. Keturunannya

              1. Haruaya, lahir……di………

              2. Mopul, lahir……di………

              3. Paruhuman, lahir……di………

              4. Zulkipar, lahir……di………

              5. Awal Demar, lahir……di………

 

  2.2.3. Ja Marajo dengan istri boru Siregar dari Sialagundi. Keturunannya:

           1. Bakhtiar, lahir 30 Juni 1943 di Pargarutan.

           2. Dahman, lahir 2 Desember 1948 di Pargarutan.

 

2.3.Cucu-cucu Ja Itonga

2.3.1. Kosat Harahap, gelar Kali Harahap, dengan istri boru Siregar dari Situmba Keturu- nannya:

           1. Syawal, lahir……di………

           2. Sahrin, lahir……di………

 

2.3.2. Tigor Harahap, gelar Sutan Habiaran, dengan istri boru dari…… Keturunannya:

          1. Husin, lahir……di………

          2. Rasidin, lahir……di………

 

2.3.3. Ali Soman Harahap dengan istri boru Hasibuan dari Marundung. Keturunannya

           1. Samsu

 

2.3.4. Rapotan Harahap dengan istri Habsyah, boru Regar dari Sipirok bermukim di  jalan  Makaliwe Gerogol, Jakarta. Keturunannya:

           1. Rosdiana (Roos, pr), lahir……di………

           2. Rahmat, lahir……di………

           3. Rahim, lahir……di………

           4. Risma (pr), lahir……di………

           5. Rida Rosida (pr), lahir……di……….

           6. Rindra

           7. Tonga

 

2.3.5. Ali Hasan Harahap, gelar Ja Rumbaga, dengan istri boru Siregar dari Halumpang,   Keturunannya:

            1.

 

GENERASI KEDUABELAS

1.1.1 Cucu-cucu Ja Diompu

       1. Mara Laut Harahap dengan istri boru Ritonga dari Paranjulu, bermukim di Lubuk  Linggau. Pekerjaan: Manteri Ukur Kantor P.U. Lubuk Linggau.

       2. Tandang Mulia Harahap dengan istri…..,boru…..dari…… Keturunannya

       3. Kotib Harahap, gelar…, dengan istri….., boru…..dari……Keturunannya.

       4. Tongam Harahap, gelar…, dengan istri….., boru…..dari….., bermukim di Parga-

           rutan Gunung Manaon..Keturunannya

1.1.2. Cucu-cucu Sutan Mulia

       1. Hajjah Dorom Harahap, gelar Namora Oloan, Ompu ni Titik (1920-2001), menikah dengan Ir. Hasan Basjarudin 68th (1915-1983), gelar Sutan Borotan Panda-potan, marga Nasution dari Muara Botung, berdiam di Jalan Belitung no.15, Baranangsiang, Bogor. Keturunannya:

                    1. Rusmini (Mini, pr), lahir 7 Juli 1942 di Sidikalang.

                    2. Nurhasni, lahir……1942 di Tarutung.

                    3. Nilawati (Butet, pr), lahir 17 Mei 1945 di Tarutung.

                    4. Fatmasari (Taing, pr), lahir 27 Juni 1947 di Padang Sidempuan.

                    5. Pentariris Yunita (Penta, pr), lahir 8 Juni 1949 di Padang Sidempuan.

                    6. Nurhayati (Adek, pr), lahir 2 Mei 1951 di Tanjung Pinang.

                    7. Arif Mulia (Uncok), lahir 18 April 1959 di Pematang Siantar.

                    8. Tety Rahmasari (Tety, pr), lahir 2 September 1961 di Pematang Siantar.

      2. Soritaon Harahap 73 th.(1924-1997) dengan istri Roslina, marga Lubis boru Kuria  Tambangan Mandailing. Karena sakit, berpisah, lalu digantikan Sylvy boru Ti-onghoa dari Muntok, Pulau Bangka. Anak-anaknya:

                    1. Melvina, lahir……di……

                    2..Yenny, lahir……di……

      3. Naogun Harahap (1924-2004), menikah dengan Hadji Hasan, marga Siregar dari

           Situmba. Keturunannya:

                    1. Khairani (Ani, pr), lahir……..di-1994) dengan istri Delima, boru Siregar dari Sihodahoda

          Padang Bolak. Keturunannya:

                     1. Lila (pr), lahir…..di…..

                     2. Edi Manaon, lahir……di……

                     3. Harris, lahir……di……

         4. Asrul, lahir……di……

                  5. Adek, lahir……di……

                  6. Rizal, lahir……di……

       5. Hajjah Chadidjah Harahap (1930-1988), menikah dengan Ir. Hasan Basri, marga Daulay dari Sibuhuan. Keturunannya:

                     1. Yanti (Risanti), lahir…….di Jakarta.

                     2. Yasin (Oki), lahir……di Jakarta.

                     3. Safrina (Rina), lahir….di Jakarta..

      6. Drs.Gulbahar Harahap (1933-1989) dengan istri Farida Hanum, boru Regar            dari Sialagundi. Anak-anaknya:

                      1.Sari, lahir……di……..

                      2.Adek, lahir……di……..

       7. Gulbahri Harahap 29 th (1934-1963) meninggal di Bandung saat masih menjadi  mahasiswa UGM Yogyakarta.

 

1.1.3. Cucu-cucu Ja Harahap

       1. Syarif Harahap, gelar……dengan istri…..boru…..dari……bermukim di Padang  Sidempuan.

           Keturunannya:

       2. Bukhari Harahap dengan istri Delima boru Lubis dari……bermukim di Taman  Solo, Cempaka Putih Jakarta. Keturunannya:

                    1. Ferdi. Perumahan Anggrek Harapan, Blok G3, no.15 Bekasi Utara

                        Tel: 888-7052

 

1.2.1. Cucu-cucu Patuan Diatas Habiaran

       1. Intan Pilihan Harahap menikah dengan Bahrum, marga Siregar dari….bermukim   di jalan

            Kesehatan no.  Cideng, Jakarta.

       2. Natal Harahap, gelar……dengan istri…..boru…..dari……bermukim di Medan.

           Keturunannya:

        1.Zulkarnain, lahir…….di……

        2.Mariana (pr), lahir…..di……

       3. Johor Harahap, gelar……dengan istri Anna boru Regar dari Sialagundi bermukim di Rawasari

                Jakarta. Keturunannya.

                    1. Farida Yohana, lahir…….di……

                    2. Shinta, lahir…….di……

                    3. Ingrad, lahir…….di……

             

       4. Gahara Harahap menikah dengan …., marga Siregar dari Marancar bermukim di Medan.

 

       5. Enda Jolo Harahap, gelar……dengan istri boru Madura, kemudian digantikan  Nurhaima, boru Regar dari Sialagundi (bujing anggi Darwin Harahap dari Pang-gulangan) bermukim di Pargarutan. Keturunannya:

                    1. Amir, lahir……di……

                    2.

                    3.

 

       6. Sutan Harahap dengan istri Eva, boru Banten dari Serang berdiam di Jalan Taro-gong III no.75K, Tarogong, Jakarta Selatan.

            Pendidikan: Akademi Angkatan Laut (AAL) R.I. Angkatan Pertama di Surabaya.   Pekerjaan: Perwira Administrasi Angkatan Laut di Jalan Gunung Sahari Jakarta. Istrinya mantan sekretaris Gubernur DKI Letjen.Ali Sadikin. Keturunannya:

                     1. Meri, lahir ………..di Jakarta.

                     2. Taufik, lahir……di……

                     3. Dedi, lahir……di……

 

       7.  Tuku Indra Harahap gelar……dengan istri…..boru Periangan dari….. bermukim

           di Lampung. Keturunannya:

 

       8. Ratna Harahap menikah dengan Salim, marga Siregar dari Pasirampolu.

 

1.2.2. Cucu-cucuSutan Kumala

             1. Rosman Harahap, gelar……dengan istri boru Siregar dari Padangpadang bermu- kim di Medan. Keturunannya:

 

            2. Dermawan Harahap menikah dengan …, marga Siregar dari Sipirok bermukim di Medan.

           3. Johari Harahap menikah dengan Amir Hamzah, marga Siregar dari Sipirok ber-mukim di Kisaran.

           4. Bidasari Harahap menikah dengan Jalil, marga Siregar dari Pasirampolu ber-mukim di Medan.

 

1.2.3. Cucu-cucuSutan Pamusuk

    1. Amir Samsi Harahap, Tentara Pelajar NRI tahun 1945 di Padang Sidempuan. Ia gugur di ibu kota Tapanuli Selatan itu ketika Pasukan Brigade A, bekas lasykar Harimau Liar, malam hari tanggal 10 Februari 1948 menyerbu Ibukota Tanah Angkola itu dari Sipirok, menyebabkan Bataliyon Kapten Koima Hasibuan dari Resimen Mayor Maraden Panggabean yang sedang tidur lelap di Tangsi Militer tidak dapat melakukan perlawanan, dan dilumpuhkan seluruhnya.

 

       2. Roestam Harahap dengan istri…..boru keturunan Tionghoa-Palembang dari Kuala

           Tungkal bermukim di Lemah Abang, Palembang, Keturunannya:

                     1. (pr.)

                     2.

       3. Hafni Harahap, SH , menikah dengan Khairudin SH, marga Siregar dari…………

           bermukim di Jalan Agung Permai IV no.4, Blok C no.19, Sunter Agung Podomoro Jakarta

           Utara. Tel. 647-2627. Keturunannya:

                     1. Ima, lahir….di….

                     2……, lahir….di….

                     3……, lahir….di….

                     4. Johani (pr), lahir….di….

 

         4. Asnan Harahap, gelar……dengan istri…..boru dari……bermukim di Medan.

            Keturunannya:

 

         5. Osmena Harahap, gelar……dengan istri…..boru dari……bermukim di Medan.

             Keturunannya:

 

         6. Mohammad Darwin Harahap, gelar……dengan istri…..boru dari…… bermukim

            di Medan. Keturunannya:

 

         7. Sjarifuddin Harahap, gelar……dengan istri…..boru dari……bermukim di Me-

             dan. Keturunannya:

 

         8. Armijn Harahap, gelar……dengan istri…..boru dari……bermukim di Medan.

             Keturunannya:

 

         9. Ramadana Harahap, menikah dengan …, marga …dari … bermukim di Jakarta.

 

       10. Rizah Harahap, menikah dengan …, marga …dari … bermukim di Jakarta.

 

       11. Lukman Hakim Harahap, gelar……dengan istri…..boru dari……bermukim di Medan.

                Keturunannya:

 

1.2.4. Cucu-cucuMa’as Harahap

 

            1. Lela Harahap, menikah dengan …, marga …dari … bermukim di Pematang Siantar.

 

            2. Lena Harahap, menikah dengan Muhammad Yusuf, marga Lubis dari…..dan

                bermukim di Surabaya.

 

            3. Tina Harahap, menikah dengan …, marga …dari … bermukim di Pematang Siantar.

 

            4. Batara Harahap  gelar……dengan istri…..boru Sunda dari Periangan bermukim  di Sukabumi.

                 Keturunannya:

           5. Basyarudin Harahap, gelar……dengan istri…..boru Siregar dari Pargarutan Pasar bermukim di Pematang Siantar. Keturunannya:

 

2.1.1. Cucu-cucu Ja Habiaran Harahap

 

2.2.1. Cucu-cucuSoetan Harahap

            1. M. Effendi Harahap dengan istri…..boru dari……bermukim di……Keturunannya.

               2. Amir Hamzah Harahap, gelar……dengan istri boru Siregar dari Sipirok bermukim di ….. Keturunannya

            3. Sjarifuddin Harahap, gelar……dengan istri…..boru Pontianak dari KalimantanBarat bermukim di Medan. Keturunannya

            4. Harun Harahap dengan istri boru Hasibuan dari Kota Pinang bermukim di Medan.Keturunannya

            5. Amran Harahap dengan istri…..boru….dari Sumatera Barat bermukim di Medan. Pendidikan SPMA. Pekerjaannya Asisten Kebun di Bah Jambi dan Kayu    Aro. Keturunannya:

                              1. Roswita (pr)
2. Johnny Ringgo dengan istrinya boru Sunda.
3. Lola Evinda (pr)
4. Tunggal Huayan
5. Sekarjuli
6. Bob Johan C. (Gustamora)
7. Hendri Tongku Hatoguan
8. Hendra Tongku Naposo

                  (Keterangan akhir dari e-Mail 25 September 2012)

            6. Zein Harahap dengan istri boru Siregar dari  Sipirok bermukim di Medan.  Keturunannya:

            7. Ramli Harahap dengan istri boru Jawa dari Sumatera Utara bermukim Medan.

                Keturunannya

 

2.2.2. Cucu-cucu Ja Duni Harahap

            1. Haruaya Harahap dengan istri boru Jawa dari Sumatera Selatan bermukim di  Lubuk Linggau. Keturunannya:

            2. Mopul Harahap dengan istri…..boru dari……bermukim di Pargarutan. Keturunannya:

            3. Paruhuman Harahap dengan istri boru Siregar dari Pargarutan Julu bermukimdi 

                Pargarutan.  Keturunannya

            4.  Zulkipar Harahap, gelar……dengan istri…..boru Betawi dari Pasar Rebo bermukim di Pondok Gede, Bekasi. Pekerjaannya Anggota TNI. Keturunannya:

            5. Awal Demar Harahap dengan istri boru Batubara dari Bulumario bermukim di Tanjung Karang. Keturunannya

 

2.2.3. Cucu-cucu Ja Marajo Harahap

           1. Bakhtiar Harahap,  gelar Baginda Namora, dengan istri Dewi Tina boru Hutasuhut dari

               Bulumario bermukim di Jalan Pulau Rempang I no.3, Kompleks  Kodamar Angkatan Laut,

               Kelapa Gading Barat (Sunter), Jakarta Utara. Keturunannya:

                      1. Rajo Alriadi (Radjo), lahir 17 April 1971 di Surabaya

                      2. Rossy Elvina (pr), lahir 31 Mei 1974 di Surabaya.                      .

                      3. Rixa Spica, lahir 10 Oktober 1978 di Surabaya

                      4. Berliana (pr), lahir 5 Oktober 1981 di Jakarta

 

           2. Dahman Harahap,  gelar Baginda Nalumbang, dengan istri Nuraini boru Regar dari Sialagundi

               bermukim di Blok B 3/131 di Komplek Bank Bumi DayaCibubur. Keturunannya:

                     1. Sjafriani (pr), lahir 17 september 1976 di Jakarta.

                     2. Sjafriati (pr), lahir 15 Maret 1978 di Jakarta.

                     3. Rajo Pardamean, lahir 31 Oktober 1981 di Jakarta.

                     4. Sjafriana (pr), lahir 26 Desember 1985 di Jakarta.

 

2.3.1. Cucu-cucuKosat Harahap

 

2.3.2. Cucu-cucuTigor Harahap

 

2.3.3. Cucu-cucuAli Soman Harahap

 

2.3.4. Cucu-cucuRapotan Harahap

 

2.3.5. Cucu-cucuAli Hasan Harahap.

 

GENERASI KETIGABELAS

(Akan dilanjutkan generasi penerus keturunan Ompu Ja Itonga)

 

Catatan:

 

Tarombo marga Harahap dari Pargarutan Gunung Manaon ini, adaalah kelanjutan penuturan yang disampaikan orang-orang tua kepada anak-anak yang menjelang dewasa, saat akan merantau mencari nafkah, atau memasuki hidup berumah tangga. Maksudnya agar mereka saling tahu dan mengenal, dan fahan akan peran dan kedudukan masing-masing dalam perhelatan Adat Batak.

Menurut Adat Batak sebagaimana tertera dalam Surat Tumbaga Holing, kehidupan dalam masyarakat mengenal tiga tingkat kekerabatan, yakni: Kahanggi, Anakboru dan Mora. Ketiganya menjadikan Dalihan Na Tolu (Tungku Yang Tiga) dan mengenal pengertian dibawah ini:

Kahanggi, adalah mereka yang semarga, dan dalam hal ini marga Harahap dari Pargarutan Gunung Manaon keturunan Ompu Ja Itonga Harahap.

Anakboru, ialah berbagai marga yang mempersunting anak-anak gadis keturunan Ompu Ja Itonga Harahap untuk dibawa ke berbagai huta/luat, baik di Bona Bulu atau peran-tauan, guna menjadi ibu anak-anak mereka disana.

Mora,ialah keluarga berbagai marga yang mendatangkan ibu kepada anak-anak marga Harahap keturunan Ompu Ja Itonga Harahap dari Pargarutan Gunung Manaon dari mana-pun berdatanganl untuk meneruskan generasi.

Dengan Dalihan Na Tolu kehidupan masyarakat Batak diatur, dahulu, kini, dan dimasa a-kan datang guna mendatangkan bahagia kepada semua.

Adalah tugas Hatobangon (Tetua Adat) marga Harahap dari Pargarutan Gunung Manaon keturunan Ja Itonga Harahap menyiapkan: dana dan sumber daya manusia, untuk meleng-kapi tarombo ini agar dapat sampai kepada generasi penerus kapan dan dimanapun dan kapan pun berada.

 

Sumber Tulisan:

Bahan tarombo ini dihimpun sejak 10 Agustus 1999, dari sumbangan:

           1. Hajjah Dorom Harahap (Ny.Ir.Hasan Basjarudin Nasution)

            2. Hajjah Ir. Rusmini S.R.Nasution

            3. Hajjah Nilawati, SH.

            4. Catatan peninggalan Ompung Bilaloeng Harahap, gelar Soetan Moelia.

            5. Buku H.M.D.Harahap, S.H. Perang Gerilya Tapanuli Selatan Front Sipirok

                Penerbit P.T.Azan Mahani, Jakarta. 1986.

            6. Tulang Bachtiar Harahap, gelar Baginda Namora, Fotokopi Tarombo

                Marga Harahap Pargarutan dari Gunung Manaon, disampaikan tanggal 16             

                Desember, dan perbaikannya tanggal 29 Nopember 2003.

            7. Buku J.E.Habibie. Dari Pare-Pare Sampai ke  Court Of  St. James. Penerbit

                Yayasan AA.& RA.Habibie Jakarta.2001.

Kemudian disusun kedalam perjalanan generasi oleh:

           Hj. Ir. Rusmini S.R. Nasution.

           Jalan Batu Pancawarna I/2A Pulomas,

    Jakarta Timur. 13210.

    Tel. (021) 472-2243.

 

 

————- Selesai ————-

 

 


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: